Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Rezeki itu ..


Setelah apa yang dilalui selama ini
Kini aku tersadar ..
Rezeki itu Bukan hanya tentang seberapa banyak gaji kita
apa pekerjaan kita
mobil apa yang dimiliki
seberapa besar rumah yang kita tempati
seberapa tinggi jabatan kita
Atau seberapa banyak barang mewah yang mampu kita beli

Aku menangisi mendapati diri
Rezeki itu ..
Adalah seberapa kuat kita mampu mengangkat tubuh 
untuk berdiri sholat malam dari nikmatnya tidur
Rezeki itu air mata yang mengalir saat membaca Al-Qur'an
Rezeki itu uang yang kita keluarkan untuk berinfaq di jalan Allah meskipun di keadaan sempit
Rezeki itu dua rakaat sebelum subuh yang tak pernah kita tinggalkan
Rezeki itu shalat dhuha yang selalu dijaga di tengah urusan dunia yang melalaikan
serta Rezeki itu.. seberapa banyak kita tetap khusyuk berdoa..
bukan hanya seberapa banyak doa yang telah dikabulkan 

sebuah kegalauan tentang Mengakhiri Hubungan Dengan Skripsi


..
..
sudah hampir setahun
aku berjuang agar segera selesai
di awal kuliah yang kufikirkan tentang skripsi, kesulitannya terletak di (bagaimana bisa membuat karya setebal itu). ternyata masalahnya bukan itu, masalah skripsianku adalah
tentang
bagaimana
bisa bertemu
.
.
oh dirimu dosen pembimbingku.
..
aku sudah merasakan 
rasanya setiap hari nungguin dari pagi cuma untuk ditolak
ya benar benar setiap hari
dari temanku yang berlalu lalang bimbingan, sidang, sampe dia mau daftar wisuda.
sementara aku masih duduk nungguin pembimbing dan belum dikasih waktu untuk bimbingan
aku sanggup ngerjain revisi hanya dalam semalam.
agar bisa ketemu lagi buat bimbingan
tapi nggak begitu . .


gak jarang aku sedih
biasanya kalo lagi sedih aku nangis
ya nggak apa apa nangis, asal jangan kelamaan aja 

beberapa bulan lalu aku daftar ujian skripsi
rasanya finally..
.
.
dan 
tek
tok
semua tentang menunggu lagi
ya jadwalnya tak kunjung keluar hingga kini sudah bulan Agustus
bulan yang melewati dua kali wisuda
HAHA
pengen ketawa aja
karena berkasku masih tergelak rapi berbulan bulan diperiksa aja belomm uy


tapi yaudahlah tugasku sekarang cuma belajar 💪

-------
Semua mahasiswa akhir punya ceritanya sendiri tentang tugas akhirnya. ada yang lancar kayak jalan tol, juga ada yang sampe koprol salto salto kayang kayangan karena rasa kesulitan menanggung tekanan. ehm 

tapi intinya sih tekun usaha. bukan cuma (jangan) nyerah tapi benar benar gak boleh nyerah, yang rajin aja bisa lama apalagi kalo malas malasan. yakan yakan 🙆

Pilihan

Di antara dua pilihan
Jalan mana yang akan ku ambil. aku tak tau harus tetap melanjutkannya atau tidak. di dalam hatiku ada dua ruang yang berbeda. disalah satu ruang aku merasa puas dengan apa yang telah aku lakukan. aku bertemu orang orang yang luar biasa yang mewarnai hari hariku. mereka semua telah mengubah hidupku.
sementara di satu sisi lagi aku merasa kosong. aku tak bisa bersama meraka aku tak bisa menjadi seperti mereka. aku merasa tertekan ketika aku tak mampu menahan ketakutanku. aku letih ketika aku terus menggenggam jemariku dengan keras.
Apa yang harus aku lakukan ya Allah. sesungguhnya engkau maha mengetahui semua yang ada di hatiku. tunjukanlah aku jalan terbaik yang engkau pilihkan untukku

Cinta itu seperti ini, Cinta itu seperti sekarang ini



2014. dan usiaku kini 18 tahun, usia yang mendekati kedewasaan bukan lagi sebagai remaja yang penuh dengan kegembiraan dan berjuta kemauan namun kini aku tengah belajar untuk menahan semua itu.
dulu meskipun pengetahuan telah masuk didiriku, aku selalu mengabaikannya seolah tak takut akan dosa dan murka Allah. saat ini aku tengah menjalani perintah bukan sebagai pilihan hidup namun ini adalah kewajiban untuk "TIDAK BERPACARAN" 
aku tak pernah ingin dikatakan suci ataupun bersih. semua kulakukan karena aku merasa kotor dan penuh dengan dosa. atau pula bukan karena aku tak menyukai siapapun. jika itu alasannya maka yang kukatakan adalah bohong. aku memiliki seseorang yang sangat kusukai. dulu aku selalu berharap dia juga menyukaiku namun kini aku mengabaikan semua perasaanku, menyimpannya dihati saja. karena rasa suka datangnya dari Allah dan hanya dia yang berhak menentukan akan dibawa kemana rasa itu. 
aku juga tengah memantaskan diri agar mendapat seseorang berhak untukku dapatkan kelak, karena :
                                                                                                            
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)


Cinta itu seperti ini, Cinta itu seperti sekarang ini. aku sangat mencintai kedua orang tuaku. sudah cukup mereka menanggung dosa yang kulalukan baik yang kusadari maupun tidak. aku tak ingin menambahnya lagi dengan menbiarkan rasa suka sesaat kepada orang yang belum tentu baik untukku. dalam sebuah artikel, aku mendapati kalimat yang sungguh menakutiku. "Jika seorang anak melakukan maksiat maka anak itu adalah duri bagi kedua orang tuanya" aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku, namun malah dosa yang kuberikan. untuk itu aku semakin takut melanggar perintah Allah. 



Aku bersyukur sekarang karena Allah tengah menuntunku menuju surganya. dan aku sungguh berharap semua yang kulakukan saat ini akan terus berlangsung hingga saatnya tiba nanti 

like they say, "People Come & People Go"

"Mereka datang dan mereka pergi, namun satu yang terbaik akan tetap tinggal"


Kebanyakan dari mereka menyederhanakan kesetian adalah siapa yang akan tetap tinggal dan hanya tetap tinggal. namun hanya tetap tinggal saja tidak cukup. semua orang punya cara mereka sendiri untuk menunjukkan kesetian. seberapa besar pengorbanan adalah yang paling utama dan selalu ada ketulusan tanpa pengharapan kembali.

Karena beginilah hidup selalu ada yang datang dan pergi. dan pada akhirnya hanya waktulah yang dapat menyembuhkan keadaan, bukan dari kesungguhan memaafkan namun hanya dari perasaan yang mengatakan "karena semua telah berlalu"


-Anggie rizka safitri


Penghujung dua ribu tiga belas

semua yang terjadi di minggu ini . .
yang kuniatkan untuk hal yang baik, namun berujung kekecewaan. 
karena aku telah memulainya maka aku akan mempertanggung jawabkannya. tidak menyalahi siapapun termasuk diriku sendiri. yang kulakukan sudah benar. bahkan seratus persen benar. hanya sekarang belum waktunya. walaupun ini sulit ku yakin ini adalah rencana tuhan untuk menjadikanku orang yang lebih baik lagi

Nothing

aku tak pernah peduli seberapa buruk mereka menilaiku. 
Terkadang rasa sedih muncul ketika mereka yang pernah datang menjadi bagian dari kenangan, kini berubah menjadi makhluk asing yang takku kenali.  jujur aku kangen mereka

"Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yg kamu tahu hingga mereka tahu berapa banyak kamu peduli pada mereka" cc: @ManJaddaWaJadaa

Selamat Pagi November

Aku ingin memulai lembaran baru di Pagi November

Menghapus hujan Oktober yang masih mengguyur hatiku hingga basah


Kau bukakan mataku selebar mungkin
Membuatku takut akan kembalinya Oktober penghianat
Kau jadikan dirimu makhluk asing yang terkurung di hatiku

Sedih rasanya...
Pisaumu seakan merobek tubuhku. 
Dan suaramu membekukan gumpalan tawa yang pernah kau sodorkan untukku

Hai Oktober pengkhianat
Mengapa kau tumpuk ragumu di atas kepercayaanku ?

Membuat sesalku mengkristal dan tak akanku leburkan lagi

-Anggie rizka safitri

Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) : Pengertian, Tujuan, Indikator dan Temuan atas Kelemahan SPIP

Sistem Pengendalian Internal  Pemerintah       Sistem Pengendalian Internal diperlukan oleh semua entitas dalam pelaksanaan kegiatan operais...